Teori Pelanggaran Harapan (Expectancy Violations Theory)

Teori Pelanggaran Harapan (Expectancy Violations Theory) menyatakan bahwa orang memiliki harapan mengenai perilaku nonverbal orang lain. Burgoon berargumen bahwa perubahan tak terduga yang terjadi dalam jarak perbincangan antara para komunikator dapat menimbulkan suatu perasaan tidak nyaman atau bahkan rasa marah dan seringkali ambigu.

Hubungan Ruang

Ilmu yang mempelajari tentang penggunaan ruang seseorang disebut sebagai proksemik. Burgoon berpendapat bahwa manusia memiliki dua kebutuhan yang saling bertarung, yaitu: afiliasi dan ruang pribadi. Ruang personal ialah sebuah ruang tidak kelihatan dan dapat berubah-ubah yang melingkupi seseorang, yang menunjukkan jarak yang dipilih untuk diambil oleh seseorang terhadap orang lain.

Dalam usahanya menggunakan ruang, terdapat empat zona proksemik, yaitu :

  • Jarak intim merupakan zona yang mencakup perilaku yang ada pada jarak 0-18 inci. Dapat terjadi pada dua individu yang memiliki hubungan kedekatan antara yang satu dengan yang lain. Contoh; hubungan antara suami-istri, mereka sering sekali menciptakan zona keintiman melalui sentuhan hingga mengamati wajah pasangannya. Namun jika mereka tidak memiliki hubungan kedekatan satu sama lain, maka mereka akan berusaha untuk mengalihkan dari jarak intim yang tercipta, misalnya jarak intim yang tercipta antara para pengguna lift di kantor/pusat perbelanjaan, mereka akan berusaha sekali untuk mengalihkan diri dari jarak intim yang tercipta dengan melihat kancing, tombol lift, dll.
  • Jarak personal merupakan zona yang mencakup perilaku yang terdapat pada area yang berkisar antara 46cm hingga 1,2 meter. Hall berpendapat bahwa perilaku dalam jarak personal seperti bergandengan tangan hingga menjaga jarak dengan seseorang sejauh panjang lengan. Jarak personal ini dapat kita temui dalam kehidupan bersama keluarga dan teman-teman.
  • Jarak sosial merupakan zona spasial yang berkisar antara 1,2 meter sampai 3,6 meter. Dalam kategori ini menggambarkan banyak percakapan dalam budaya Amerika Serikat, misalnya percakapan yang terjadi antar teman sekantor.
  • Jarak publik adalah sebuah zona spasial yang berjarak 3,7 meter. Titik terdekat dari jarak publik misalnya biasa digunakan untuk sebuah diskusi formal antara guru dan siswa. Dalam jarak publik ini kita akan sulit untuk membaca ekspresi wajah orang lain.

Kewilayahan

Terdapat elemen tambahan yaitu Kewilayahan (territoriality) atau kepemilikan seseorang terhadap suatu area atau benda. Dan terdapat 3 jenis wilayah :

  • Wilayah Primer (primary territories) merupakan wilayah ekslusif seseorang, contoh; ruang kerja seseorang
  • Wilayah Sekunder (secondary territories), tidak ekslusif kepada satu orang saja, tetapi orang tersebut merasakan hubungan khusus dengan wialayah itu. Contoh; mahasiswa merasa perpustakaan kampus adalah wilayah sekunder mereka.
  • Wilayah publik (public territories) menandai tempat-tempat terbuka untuk semua orang termasuk pantai dan taman.

Asumsi Teori Pelanggaran Harapan

Teori Pelanggaran harapan berakar pada bagaimana pesan-pesan ditampilkan pada orang lain dan jenis-jenis perilaku yang dipilih orang lain dalam sebuah percakapan. Selain itu terdapat tiga asumsi yang menuntun teori ini :

  1. Harapan mendorong terjadinya interaksi antar manusia
  2. Harapan terhadap perilaku manusia dipelajari
  3. Orang membuat prediksi mengenai perilaku nonverbal.

Valensi Penghargaan Komunikator

Menurut Burgoon, Deborah Coker dan Ray Coker, bahwa orang memiliki potensi baik karakteristik positif maupun negatif dalam sebuah interaksi.Hal ini disebut dengan Valensi Penghargaan Komunikator (Communicator Reward Valence)

Rangsangan

Borgoon juga merasa bahwa penyimpangan harapan memiliki konsekuensi. Maksudnya ketika harapan seseorang dilanggar, minat atau perhatian orang tersebut akan dirangsang sehingga ia akan menggunakan mekanisme tertentu untuk menghadapi pelanggaran yang terjadi. Rangsangan (arousal) yaitu minat atau perhatian yang meningkat ketika penyimpangan harapan terjadi. Seseorang dapat terangsang secara :

  • Rangsangan Kognitif (kognitif arousal) adalah kesiagaan atau orientasi terhadap pelanggaran. Ketika kita terangsang secara kognitif, indera intuitif kita meningkat.
  • Rangsangan Fisik (physical arousal) merupakan perubahan dalam tubuh sebagai akibat dari penyimpangan harapan.

Batas Ancaman

Begitu rangsangan timbul, ancaman akan muncul. Batas ancaman didefinisikan sebagai jarak dimana orang yang berinteraksi mengalami ketidaknyamanan fisik dan fisiologis dengan kehadiran orang lain. Atau toleransi bagi pelanggaran jarak. Ketika harapan dilanggar, banyak orang mengevaluasi pelanggaran tersebut berdasarkan sebuah valensi. Valensi Pelanggaran (violation valence) merujuk pada penilaian positif atau negatif dari sebuah perilaku yang tidak terduga, dan berfokus pada penyimpangan itu sendiri.

One thought on “Teori Pelanggaran Harapan (Expectancy Violations Theory)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s